Questo sito utilizza/non utilizza cookie per inviarti pubblicità e servizi in linea con le tue preferenze e cookie di terze parti. Se vuoi saperne di più o negare il consenso a tutti o ad alcuni cookie clicca qui. Chiudendo questo banner, scorrendo questa pagina
 o cliccando qualunque suo elemento acconsenti all’uso dei cookie.

Thu10012020

Last update

Beberapa Sejarah Dari Walisongo

Beberapa Sejarah Dari Walisongo

Indonesia jelas familiar dengan keberagamannya. Mulai dari bahasa, suku kebiasaan, musik, masakan, hingga kepercayaan. Indonesia sendiri memiliki 5 agama yang diakui, tetapi mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ya, Indonesia sendiri dapat dibilang jadi salah satu negara dengan jumlah pemeluk agama Islam yang terbanyak. Islam sendiri tentunya mengalami persebaran di Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Dalam sejarah persebaran agama Islam di Indonesia, pastinya kita tak asing dengan sejarah walisongo. Walisongo yang berarti sembilan wali ini yakni sebagian wali yang mempunyai peran penting dalam menyebarkan agama Islam terlebih di Pulau Jawa. Merekalah yang mempersembahkan Islam kepada masyarakat Indonesia di masa lampau dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam. Pada kans kali ini kita akan membahas sebagian wali yang termasuk Walisongo.

Yang pertama yaitu Sunan Gresik. https://www.sikoplak.xyz sendiri bisa dibilang sebagai wali pertama yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Mempunyai nama asli Maulana Malik Ibrahim, Sunan Gresik sendiri bukanlah orang Jawa. Beberapa sumber tentunya memberikan jawaban yang berbeda, akan melainkan segala mengatakan jikalau beliau bukanlah orang Indonesia. Dalam menyebarkan agama Islam di Jawa sendiri, Sunan Gresik memiliki beberapa strategi. Beliau dikenal sebagai orang pertama yang membangun pondok pesantren yang nantinya akan menghasilkan guru agama dan membantu menyebarkan agama Islam. Lalu beliau sendiri juga dekat dengan masyarakat dan memberikan kesan yang lemah lembut dan sopan. Kecuali itu, beliau juga mengajari pertanian terhadap masyarakat dan menjadi tabib.

Lalu wali kedua yang juga terkenal di sejarah walisongo merupakan Sunan Kalijaga. Mempunyai nama orisinil Raden Mas Said, masa muda beliau ternyata dilewati secara gelap. Beliau pernah menjadi perampok yang akan memberikan hasil rampoknya kepada masyarakat yang membutuhkan. Akan tetapi, beliau disadarkan ketika akan merampok Sunan Bonang dan mulai menjadi muridnya. Sunan Kalijaga sendiri bisa dibilang unik dalam menyebarkan agama Islam. Beliau mencoba untuk menghargai adat istiadat lokal dan mengerjakan dakwah secara berjenjang. Beliau lebih menekankan dakwah melewati kesenian seperti wayang, seni ukir, lagu, dan juga gamelan. Lagu Lir Ilir dan Gundul-plontos Pacul sendiri dipercaya sebagai buatan beliau.

Yang selanjutnya yakni Sunan Kudus. Bernama asli Sayyid Ja’far Shadiq, beliau diandalkan berasal dari Palestina. Sunan Kudus sendiri diketahui banyak berguru dengan Sunan Kalijaga. Karenanya tak heran jika jalan dakwah yang diambil beliau tidak jauh berbeda dengan Sunan Kalijaga. Beliau sendiri mengedepankan toleransi kepada adat istiadat setempat. Tidak heran, beliau menerima simpati dari masyarakat setempat. Langkah akulturasi ini tentunya berhasil dalam menarik jumlah pemeluk Islam di tempat tersebut. Salah satu peninggalan beliau yang familiar yaitu Mesjid Menara Kudus yang bergaya unik dan menjadi ikon di kota Kudus.

Itulah tadi cerita sebagian wali yang turut menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Dengan mempelajari sejarah walisongo,